A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: libraries/Guest_onlines.php

Line Number: 134

Backtrace:

File: /home/acehbara/public_html/application/libraries/Guest_onlines.php
Line: 134
Function: _error_handler

File: /home/acehbara/public_html/application/libraries/Guest_onlines.php
Line: 22
Function: getBrowser

File: /home/acehbara/public_html/application/third_party/MX/Loader.php
Line: 173
Function: _ci_load_library

File: /home/acehbara/public_html/application/third_party/MX/Loader.php
Line: 192
Function: library

File: /home/acehbara/public_html/application/third_party/MX/Loader.php
Line: 153
Function: libraries

File: /home/acehbara/public_html/application/controllers/Kategori.php
Line: 9
Function: library

File: /home/acehbara/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: libraries/Guest_onlines.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/acehbara/public_html/application/libraries/Guest_onlines.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/acehbara/public_html/application/libraries/Guest_onlines.php
Line: 22
Function: getBrowser

File: /home/acehbara/public_html/application/third_party/MX/Loader.php
Line: 173
Function: _ci_load_library

File: /home/acehbara/public_html/application/third_party/MX/Loader.php
Line: 192
Function: library

File: /home/acehbara/public_html/application/third_party/MX/Loader.php
Line: 153
Function: libraries

File: /home/acehbara/public_html/application/controllers/Kategori.php
Line: 9
Function: library

File: /home/acehbara/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Bupati H. Ramli. MS buka Sosialisasi dan Advokasi Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis
Selasa, 10 September 2019 00:00:00 Oleh: Pemkab Aceh Barat

Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Aceh mengadakan Sosialisasi dan Advokasi Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis atau penyakit kaki gajah bertempat di Hotel Tiara, Meulaboh, Selasa (10/9/2019).
Acara tersebut dibuka oleh Bupati Aceh Barat H. Ramli. MS serta dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Syarifah Junaida, pejabat dari Dinkes Aceh, para Kepala SKPK terkait, para Camat dan seluruh Kepala Puskesmas dari 12 Kecamatan dalam Kabupaten Aceh Barat.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat Syarifah Junaida mengatakan, pada tanggal 24 September 2013 pihak Kemenkes RI dan Dinkes Aceh sudah melaksanakan Sosialisasi dan Advokasi Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis di Aceh Barat dan hasil pertemuan tersebut merekomendasikan Kabupaten Aceh Barat untuk melaksanakan POPM Filariasis dan hasil survey sediaan darah jari pada tahun 1992 dengan hasil tingkat endemis adalah 4% yang kemudian dikuatkan dengan penemuan kasus filariasis terbaru tahun 2013 sebanyak 11 orang sehingga mengharuskan Aceh Barat melakukan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis 5 tahun berturut-turut.

Syarifah Junaida mengatakan, pada tahun ke 2 Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis di tahun 2016 cakupannya telah mencapai 68,7 persen dari total populasi penduduk Aceh Barat dan berada sedikit diatas target nasional.
Tahun ke 3 POPM di tahun 2017 pihaknya telah melakukan berbagai upaya dengan memberikan obat secara massal sehingga mampu mendongkrak cakupan menjadi 77,1 persen.

Syarifah mengungkapkan, sampai tahun 2019 ini jumlah penderita Filariasis atau kaki gajah di Aceh Barat adalah sebanyak 14 orang dengan rincian Kecamatan Johan Pahlawan 5 orang, Woyla 2 orang, Sungai Mas 1 orang, Arongan Lambalek 4 orang, Bubon 1 orang dan Woyla Barat 1 orang, sedangkan jumlah kader Filariasis di Aceh Barat adalah sebanyak 1.288 orang dengan rincian 4 orang per desa dari 322 desa yang ada di Aceh Barat, pos PUPM ada 397 pos dan supervispor ada 322 orang yang berada diseluruh desa di Kabupaten Aceh Barat.

Bupati Aceh Barat H. Ramli. MS dalam sambutannya menyampaikan agar kegiatan tersebut dapat membebaskan atau mengurangi penderita Filariasis atau kaki gajah di Aceh Barat.

Selain itu Bupati H. Ramli. MS juga menyampaikan, penyakit kaki gajah sulit terdeteksi dan sulit disembuhkan, maka untuk itu Bupati meminta agar di Aceh Barat hadir sebuah lembaga riset yang didalamnya berkumpul ahli kesehatan yang terkoneksi ke SKPK dan lembaga terkait agar dapat memberikan informasi dengan cepat sehingga dapat mendekteksi penyakit-penyakit menular di Aceh Barat seperti kaki gajah, kusta dan TBC, HIV dan penyakit menular lainnya, dan bila perlu ahli kesehatan dan petugas yang berada di lembaga riset tersebut diberikan insentif.

Terakhir Bupati berharap agar Kepala Puskesmas dan Camat mempunyai inovasi di semua bidang, bukan hanya menjalankan apa yang sudah ada saja. (RN)

KATEGORI
ARSIP
News Sticker