A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: libraries/Guest_onlines.php

Line Number: 126

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: libraries/Guest_onlines.php

Line Number: 138

PROGRAM PEMBANGUNAN BUPATI ACEH BARAT Dr. (H.C.) H.T ALAIDINSYAH - Drs. H. RACHMAT FITRI, MPA: KAMI COBA BERBUAT
Senin, 10 Oktober 2016 21:11:48 Oleh: Pemkab Aceh Barat

1. Dana untuk penanggulangan kemiskinan terbesar mencapai Rp 245 M setiap tahun yang bersumber dari dana APBN, APBA, APBK dan CSR. 
2. Memasang listrik sebanyak 1142 rumah duafa dan membayar listrik gratis dua ampere untuk 2.780 rumah kaum duafa.
3. APBK meningkat tajam dari Rp 597 M pada tahun 2012 menjadi Rp 1,12 T pada tahun 2015. Bahkan anggaran tersebut terus naik pada tahun 2016 menjadi Rp 1,3 T
4. Pembangunan sarana olah raga paling banyak seperti Gedung Olah Raga dan Seni di Pasi Piang, Stadion Mini di beberapa kecamatan serta lapangan voli, futsal serta penyelenggaraan even olah raga paling banyak. 
5. Percepatan pembangunan Lhok Guci secara masif yang hanya Rp 14 M per tahun rata-rata, berkat bantuan Bapak Presiden dikucurkan Rp 300 M tahun 2015 sudah dimulai. 
6. Pembangunan irigasi terbanyak dimana 2012 - 2015 telah dibangun sepanjang 13.304,70 meter dengan kucuran dana sebesar Rp 51.193.478.000. 
7. Pembangunan Jembatan Pertamina yang sudah lama didambakan nelayan agar memudahkan keluar masuk boat nelayan ke Krueng Meureubo. 
8. Paling banyak memasang lampu jalan sebanyak 1439 titik di delapan ruas jalan penting di Aceh Barat. 
9. Pembangunan jalan usaha tani paling banyak dengan panjang 73,713 Km (2012-2015) di 12 kecamatan di kebun-kebun masyarakat. 
10. Meninggikan Jalan Ateung Teupat yang sering dilanda banjir dan alhamdulilah sudah sedikit mengurangi gangguan transportasi.
11. Membebaskan isolasi Desa Pungki di Sungai Mas yang sebelumnya dilewati dengan menyeberang sungai.
12. Berhasil membagi rumah nelayana BI yang sudah siap dibangun tapi hampir dua tahun belum juga didistribusikan karena adanya konflik penempatan rumah nelayan Meureubo yang dipindah lokasi.
13. Pembangunan rumah duafa sebanyak 749 unit dan yang direhab 286 unit (2013-2016).
14. Kebun plasma terbanyak 2015, tiga perusahaan perkebunan sawit dan karet yang telah melakukan kewajibannya untuk 240 KK. Pada 2016 menyediakan lahan seluas 8.623 hektare dan diiharapkan mampu memberi pendapatan baru bagi 4.000 kepala keluarga yang tersebar di 10 kecamatan dalam KabupatenAceh Barat.
15. Mendanai kegiatan keagamaan terbesar seperti menyelenggarakan even keagamaan yang berskala nasional seperti mendatangkan penceramah kondang dari Jakarta. Seperti Mama Dedeh, Syeikh Ali Jaber, Ustaz Maulana, Ustaz Solmed dan lainnya. Selain itu juga membangun balai seumeubeut, bilik santri, ruang belajar santri, sarana belajar, LPTQ, Rukyatul Hilal sehingga mendapat apresiasi dan penghargaan dari Menteri Agama Republik Indonesia 
16. Peningkatan produksi padi dalam kurun waktu 4 tahun (2012-2015) telah berhasil meningkatkan produktivitas padi dari 4,3 ton (2012) menjadi 6,7 ton (2015). 
17. Pembangunan sarana kesehatan paling banyak di antaranya Puskesmas rawat inap di Woyla, Posyandu di berbagai gampong, Balai Zaitun sebagai pusat rehabilitasi jiwa dan Gedung Napza di Kaway XVI.
18. Paling banyak memberikan bantuan modal usaha Kube dan lain sebagainya yang mencapai Rp 8.192.000.000 serta dari dana desa mencapai Rp 9.000.000.000, dan ini tidak termasuk bantuan alat kerja.
19. Paling banyak menggalang zakat, infaq dan sedekah mencapai Rp 37 miliar selama empat tahun terakhir. Ini berarti jumlah masyarakat penerimanya juga semakin meningkat. Sementara itu jumlah hewan kurban yang disembelih salama 4 tahun terakhir (2013-2016) telah mencapai 182 ekor dimana setiap tahun bertambah. 
20. Pilot Project Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) bersama dengan Kabupaten Sleman yang ditetapkan oleh BKKBN Republik Indonesia.
21. Membangun jalan dan jembatan paling banyak dimana Pemkab Aceh Barat mengelola jalan sepanjang 677,24 Km dimana sepanjang 300,34 km sudah beraspal. Masa pemeritahan ini jalan yang sudah dibangun mencapai 194 Km, yaitu 55 km (2013), 44 km (2014), 49 km (2015) dan 46 km pada tahun 2016. Sementara itu jumlah jembatan yang dibangun sebanyak 50 unit.
22. Paling banyak membangun jalan lingkungan mencapai 32,41 Km dengan angka yang terus meningkat setiap tahunnya yaitu 5,3 km (2013), 6,10 Km (2014), 9,46 Km (2015) dan direncanakan pada tahun 2016 sepanjang 11,55 km. 
23. Paling banyak membangun MCK yaitu sebanyak 85 MCK bagi keperluan warga. 
24. Gerakan Pemberdayaan Posyandu di setiap gampong sudah berjalan Posyandu dan sudah ditempatkan dana rata rata 10 juta per gampong serta membangun dan merehab Posyandu. 
25. Pertumbuhan dana desa terbesar, awal tahun 2012 dana desa untuk Kabupaten Aceh Barat masih tergolong minim yaitu sebesar Rp 32 M. Namun meningkat hampir 8 kali lipat atau menjadi Rp 252 M pada tahun 2016. Peningkatan dana desa yang signifikan tersebut mulai dirasakan mulai tahun 2015 dengan anggaran mencapai Rp 143 M (Rp 59.100.000.000 dari APBK dan Rp 84,4 M dari ADD dan APBN). 
26. APBK empat tahun tepat waktu (sebelum Januari) sehinggaAceh Barat mendapat dana insentif sebanyak Rp 39 M Tahun 2016. 
27. WTP pertama dalam sejarah Kabupaten Aceh Barat sebagai pembuka untuk mendapatkan dana insentif daerah dan tahun 2016 kembali mendapat WTP.
28. Perencanaan terbaik 1 dan III (Pangripta Nasional) dan Terbaik I sebanyak 3 kali berturut-turut (Anugerah Prof A Majid Ibrahim) 
29. Melantik keucik definitif paling banyak sehingga hampir 94 % dari jumlah 322 keuchik yang ada di Aceh Barat telah definitif. Hal ini berarti hanya 20 keuchik saja yang masih berstatus Pjs. Selain itu, jumlah keuchik yang diberhentikan selama tahun 2013-2016 hanya berjumlah dua orang. 
30. Kabupaten dengan status sangat memuaskan dalam pencegahan korupsi. 
31. Akuntabilitas tertinggi di Aceh (DD tahun 2012 menjadi CC di Tahun 2014 dan 2015).
32. Pemerintahan gampong paling stabil setiap aduan selalu dilakukan croscek sehingga tidak ada yang dirugikan.
33. Menaikan upah aparatur gampong paling besar sebesar 50% 
34. Sangat memperhatikan peranan perempuan, anak dan kelompok disablitas 

News Sticker